kemaren 17 Agustus adalah peringatan hari kemerdekaan Indonesia. nggak terasa sudah 63 tahun kita merdeka. dan banyak sekali kemajuan kemajuan yang Indonesia alami selama kurun waktu tersebut. dan juga banyak sekali degradasi yang memprihatinkan selama kurun waktu tersebut. degradasi moral, merupakan sesuatu yang menurut saya tidak bisa dihindarkan. saya beranggapan bahwa degradasi moral itu berjalan seiring dengan kemajuan jaman.Entahlah apa yang menyebabkan semua ini, kalau boleh saya berpendapat saya akan berpendapat era globalisasi yang membuat degradasi – in the negative way- ini semakin muncul ke permukaan. dan inilah memang suatu fase yang harus kita lewati, membuka mata lebar lebar supaya wawasan kita terbuka. tidak semua orang bisa menyaring dengan baik dan bijaksana. memang pastinya ini hanyalah sekelumit dari hal negative akibat dari globalisasi yang harus kita tanggung otherwise kita akan seperti katak dalam tempurung. Tetap berada pada budaya kita dengan menutup mata dan telingan akan kemajuan yang ada. Pada akhirnya semua akan berpulang ke masing masing individu. selama mereka berani dan mau bertanggung jawab akan perbuatannya .
mari beralih ke degradasi yang lainnya, Nasionalisme. Sebagai generasi usia produktif saya merasa miris dengan anggapan dan pendapat sebagian teman saya mengenai indonesia. beranggapan bahwa kita hebat kalau sudah bisa hijrah or at least menginjakkan kaki ke luar negeri. dan memperolok indonesia seolah negara tempat kita hidup, makan, minum, cari duit ini tak lebih dari sampah.
anggapan mereka tak sepenuhnya salah, ada pepatah kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina. dan pastinya dengan pernah merasakan tinggal di negara lain akan memperluas wawasan kita TAPI satu hal yang harus kita telaah itu bukan lah segalanya. bukan berarti mereka yang pernah mengenyam pendidikan atau tinggal di luar negeri lebih baik dari kita. seperti yang sudah saya tulis di paragraf diatas, kembali ke individu nya masing masing. tidak bisa menjudge segala sesuatu hanya dari permukaannya. saya pribadi juga ingin mengenyam pendidikan atau diberi kesempatan bekerja diluar negeri dalam kapasitas meningkatkan pengetahuan dan pengalaman saya. so that saya bisa berpartisipasi dalam mengisi kemerdekaan ini. saya rasa inilah warisan penjajahan belanda yang dahulu waktu menjajah indonesia memisahkan masyarakat indonesia dalam 5 (lima) kasta,
- bangsa eropa khususnya belanda ( narsis juga si penjajah ini )
- peranakan eropa ( no wonder indo indo laris bener di dunia hiburan )
- golongan tionghoa sebagai pengusaha / pedagang ( hehe no comment )
- golongan asia lainnya seperti india dan arab atau keturunan lainnya (pantesan banyak indiahe yang jadi boss di JV company )
- nah ini golongan kelima adalah penduduk asli alias inlander ( is it the correct spelling ) ini nih pribumi pribumi yang masih dikelompokkan jadi dua kaum feodal dan rakyat jelata.
yah memang sih ndak menutup mata juga, di luar khususnya eropa dan USA itu fasilitasnya dan birokrasinya jauh lebih bagus daripada Indonesia. tapi yah no wonder lah, secara kan mereka gak pernah dijajah selama bangsa kita. keadaan kaya di Indonesia ini juga dialamin sama Amerika beberapa puluh tahun lalu. ini sebuah fase yang harus kita lalui untuk menjadi lebih maju. cuma kelemahan kita ya cuma satu sdm nya itu loh, pada pinter pinter tapi kok disalahgunakan. ada yang korupsi lah, ada yang mementingkan kepentingan pribadi atau golongan lah, dst dst …
waduh jadi ngalor ngidul yah, intinya saya cuma mau bilang dan mengemukakan pendapat. cintailah bangsa kita, karena kalau bukan rakyat nya sendiri siapa lagi ??
kalaupun birokrasi dan fasilitas di Indonesia yang carut marut.. itu kan lebih kepada oknum nya bukan Indonesia sendiri. yang patut kita ingat, kita lahir, tumbuh, besar, sekolah, cari duit, dapet jodoh di Indonesia. so saran saya jangan terlalu ‘tinggi hati’ dengan mendiskreditkan tanah air tempat kita mencari sesuap nasi dan segenggam diamonds ini. wong kita cari makan juga di INdonesia kok, kalo perusahan perusahaan multinasional itu gak cari makan disini juga gak apa apa, bisa expand ke negara lain n bisa tetap exist. nah kalau kita ??. Btw kalau kita di luar negeri, kira kira bisa apa ya kita ? belum tentu juga lho kita bisa seperti disini. yah ibaratnya everybody will chase their ‘American dream’ … nothing wrong with that just remember to keep rational.
lagian jangan lupa lho ini sudah saatnya kita untuk berpartisipasi memberantas keminusan yang selalu kita keluhkan selama ini. contoh yang simple aja lah, buat yang kerja di pemerintahan aka pegawai negeri kerja yang rajin dan bener, jangan terlibat kkn ( bahasa reformasi bener) sedikit pun, usulkan ke pemerintah untuk lebih memperhatikan para veteran veteran itu. para birokrat2 muda, mohon dipersingkat saja birokrasinya, jangan berbelit belit, bisa jadi cikal bakal korupsi bos !, yang jadi karyawan swasta kaya saya gini, kerja yang bener, rajin, baik dan jujur. kalau kerja di JVcompany biar CEO nya bisa lihat ‘eh orang Indonesia tuh qualified lho’ terus kesebar deh sampe regional hehehe, kalo kerja di local company kan bisa ikut memajukan company, kalau maju, dan kuat ekspansi deh tuh company nah lapangan kerja lagi kan. menurunkan pengangguran dan secara gak langsung berpengaruh ke pendidikan bangsa. yang lagi mulai jadi enterpreneur, semangat ! jangan menyerah, -kalo bisa bahan baku atau human resourcesnya lokal aja bos!- dan jangan lupa untuk selalu jujur, yang mewarisi perusahaan bokap atau familynya … laksanakanlah tugas dan kemudahanmu dengan baik. perhatikanlah kemajuan perusahaan dan kesejahteraan karyawan mu, jujur juga harus dipelihara. nah kalo yang pada kerja di LSM, kerja yang bener nak, inget duit titipan yang kamu kelola!, yang jadi atlit dan entertainer, beri contoh yang baik kepada masyarakat luas, stay away from Drugs! jangan sok bule juga. -kadang gue pikir nih artis artis punya andil juga di degradasi nasionalisme, hobby bener ngejelek2 in Indonesia plis deh lo dapet job juga di Indonesia. di Hollywood jadi tukang cuci piring doang lo!! sorry gue emosi-. yang jadi lawyer, jadilah lawyer yang jujur dan jangan terlalu money oriented. masih banyak lagi deh contoh yang lainnya. kelihatannya simpel sih, tapi inget dong ada pepatah berubahlah dari hal yang kecil dan akhirnya dari hal kecil bisa menjadi perubahan yang besar. cayooo
I love Indonesia, the land where the heroes blood spilled on it to our independence, sacrifice their soul for our freedom. I love Indonesia, a place that called heaven. no countries in the world have the variousity like Indonesia. I love Indonesia … Merdeka !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar